Nama : Deyonas Natan
Kale
Kelas : A
1. Berbicara tentang hakikat filsafat administrasi multikulturalisme, tentunya tidak terlepas dari kultural dan pluralisme perubahan peradaban seiring karaktermanusia. Semangat beradministrasi yang tinggi tanpa disertai pemahamanmendalam akan nilai hakikat filsafat administrasi, akan mempengaruhi manusia pada sikap egoisme dan politikbebas yang tidak berlandaska etika administrasi. Semua itu pada akhirnya bermuara pada satu misi yakni untuk menjelaskan hubungan manusia dengan filsafat administrasi.Sulit bagi administrator untuk mentoleransi hidup berdampingan dengan kultural yang dianggap bersifat egoisme dan relativistik. Olehnya itu, persentuhan filsafat administrasi tidak akan lebih banyak memunculkan persoalan dari pada manfaat.
2. Dalam filsafat administrasi, institusi negara tidak lepas dari kolektif yang ada dalam landasan moral dan etika administrasi. Disatu sisi, filsafat administrasi menjadi pondasi bagi Negara untuk berbuat bagi rakyatnya menuju kesejahteraan.Sementara Negara menjadi alat bagi administrasi agar tersebar dan terlaksana secara benar.Hakikat filsafat administrasi menjadi lebih luas, yakni bagaimana mempelajari gejala sosial lewat observasi dan eksperimen administrator. Keinginan melakukan observasi dan eksperimen sendiri, dapat didorong keinginannya untuk membuktikan hasil pemikiran filsafat yang cenderung Spekulatif ke dalam bentuk ilmu yang praktis. Dengan demikian, ilmu filsafat administrasi dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja kemudian dibukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu yang terteoritisasi.
3. Filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan alam dan biasanya diterima secara tidak keritis, filsafat juga di anggap sebagaikreasi berfikir dengan menggunakan metode-metode ilmiah untuk memahami dunia. Filsafat bertujuan untuk memahami8 dunia danmemperpadukan hasil dan ilmu pengetahuan special agar menjadi suatu pandangan hidupyang seragam, itu merupakan tujuan filsafat dari jaman Thales (bapak filsafat) hingga jaman sekarang.
4. Administrasi merupakan hasil pemikiran dan penalaran manusia yang di susun berdasarkan dengan rasionalitas dan sistimatika yang menggunakan kejelasan tentang objek formal, yaitu pemikiran untuk menciptakan suatu keteraturan dari berbagaiaksi dan reaksi y6ang dilakoni oleh manusia dan objek material, yaitu manusia yang melakukan aktivitas administrasi dalambentuk kerjasama menuju terwujudnya tujuan tertentu.
5. Kepemimpinan adalah suatu peroses , bahwa orang yang meliputi faktor pemimpin pengikut dan faktor situasi untuk menghasilkan prestasi dan kepuasan . sebgaimana yang di kemukakan oleh Kusnandi bahwa kepemimpinan adalah sebagai tindakan atau upaya untuk memotivasi atau mempengaruhi orang lain agar mau bekerja atau bertindak ke arah pencapaian tujuan organisasi yang telah di tetapkan atau kepemimpinan merupakan tindakan membuat suatu menjadi kenyataan
6. menuru teory X maka penilaian akan merujuk pada segi buruk atau negatif seseorang sedangkan menurut teory Y yang menjadi sasaran penilaian adalah sisi sifat atau sikap baik atau positif dan dalam teory yang terakhir yaitu teory Z yang negatif dan positif digabungkan sehingga dengan adanya ketiga teory diatas kita dapat berfilsafat dalam hidup kita ini secara benar dan bisa menjadi orang yang bijak mencintai hidup dapat diterima dengan baik ditengah masyarakat karena mampu memahami mereka